Berita Terkini :
Kompi.org. Powered by Blogger.

Kopithong Bidani Lahirnya Seenergy

Kudus, kompi.org - Kedai Kopi Kopithong memprakarsasi dan membidani lahirnya ruang apresiasi musik (Music Room) baru di Kudus; Seenergy. Kelahiran Music Room diharapkan bisa membawa ruh positif bagi perkembangan musik di Kota Kretek dan sekitarnya.
Pada sisi konsep, Music Room ini berbeda dengan event- event musik yang pernah digelar di Kudus selama ini. sebab, Music Room lebih mengedepankan presentasi karya musik dari penampil (musisi). Para musisi akan “mempertanggungjawabkan” kerja kreatifnya selama berkarya.
Di sinilah keseriusan ruang apresiasi Music Room Seenergy. Yakni kerja kreatif bermusik. Seenergy, group musik yang baru terbentuk tahun ini, sebenarnya terbangun dari dua group lama yang para personelnya sudah lama eksis dan intens berkarya; dr.doe dan ROS.
Dan pada Minggu (31/8/2014) lalu, merupakan moment bermusik yang istimewa bagi Seenergy dan masyarakat musik Kudus secara luas. Istimewa, karena musik ini ditempatkan pada ruang apresiasi yang semestinya. Ya, sebuah keajaiban kecil telah lahir di Kudus. (Mamik/A. Neira)

Kemenlu - UBH Gelar Seminar Nasional Hukum Laut

Padang Panjang, kompi.org – Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Hukum Laut.
Seminar mengusung tema “Pengaturan dan Tantangan dalam Penanganan Tindak Pencarian dan Penyelamatan di Laut (Maritime Search and Rescue)”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balairung Carakan Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (01/09/2014)
Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA mengatakan kampus memberikan penghargaan sebesar-sebarnya dan sangat berterima kasih sekali kepada Kemenlu yang masih mempercayai Universitas Bung Hatta menjadi salah satu tempat dalam menyelenggarakan kegiatannya.
“Selama ini hubungan antara Kemenlu dan Universitas Bung Hatta sangatlah baik. Semoga jalinan kerjasama ini terus terjalin dengan berbagai kegiatan lain yang dilakukan di Kampus Proklamator ini,” imbuh Niki.
Wiwiek S. Firman, dari Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Kemenlu menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari nusantara sekaligus wujud nyata membangun jalinan erat antara Kemenlu dengan akademisi dan berbagai intansi lainnya.
“Dengan seminar ini kita dapat memahami kebijakan dan impelemntasi hukum laut di Indonesia dalam hal penanganan SAR di wilayah laut yang perlu kita dukung secara bersama-sama,” ujarnya.
Seminar nasional ini menghadirkan empat pemateri yang berkompeten dibidangnya yaitu pertama Marsda Sunarbowo Sandi, M.Sc dari Deputi Bidang Ptensi SAR Badan SAR Nasional (Basarnas) yang menyajikan materi mengenai pengaturan internasional dan regional tentang penyelamatan di laut serta implementasi di tingkat nasional.
“Basarnas mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah dibidang pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) sesuai dnegan ketentuan perundang-undangan. Dalam menjalankan tugasnya, Basarnas juga menjali kerjasama dengan berbagai pihak terkait baik dalam maupun luar negeri terutama diwilayah perairan. Kita tahu, Indonesia merupakan negara maritim yang didominasi oleh perairan,” ucapnya.
Sementara itu, untuk materi kedua disampaikan oleh Kol Kresno Buntoro, SH, LLM, Phd dari Kasubdiskumlater TNI AL Republik Indonesia mengenai tantangan dalam penanganan tidakan pencarian dan penyelamatan di laut.
“Wilayah Indonesia yang yang dikelilingi oleh lautan menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan penanggan SAR terutama saat terjadi insiden yang jaraknya berada di luar jangkauan dan dekat dengan teritorial negara tetangga hingga dukungan bahan bakar yang tidak mencukupi saat melakukan operasi SAR,” katanya.
Untuk materi ketiga dari Dr. Wahyu. W. Pandoe dari Balai Teknologi Survei Kelautan Kedeputi Bidang TSPA-BPPT yang membahas mengenai dukungan teknologi dalam tindakan pencarian dan penyelamatan di laut.
“Dukungan ilmu pengetahuna dan tekologi yang memadai sangat membantu dalam beberapa misi SAR laut atau pantai di Indonesia. Perlu impelemntasi IOOS (Integrated Ocean Observing System) di Indonesia khususnya informasi mengenai gelombang, arus dan lainnya secara real time guna memudahkan olerasi SAR,” ungkapnya.
Pemateri terakhir dari Badan SAR Kota Padang yang membahas pengaturan dan penangganan disaster relief di Sumatra Barat oleh Ir. Juanda Sodo, MM. Seminar ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari mahasiswa dan dosen dari UBH dan program studi hukum di Kota Padang dan intansi pemerintahan. (Bayu/A. Neira)

Sapamaba Universitas Muria Kudus

Bupati Kudus H. Musthofa menyampaikan materi ‘’Pembangunan Karakter Bangsa’’ di depan ribuan mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) tahun ajaran 2014/2015, dalam kegiatan Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (Sapamaba) di auditorium kampus, Senin (1/9/2014).  

Akfarnas Gelar Festival Jamu

Surakarta, kompi.org - Akademi Farmasi Nasional (Akfarnas) menggelar festival jamu nasional di Gelora Manahan, Minggu (31/8/2014). Festival jamu ini digelar dalam rangka memperingati Lustrum II Akfarnas.
Acara ini mendapatkan sambutan positif dari pemerintah Kota Solo dan masyarakat luas. “Kami sampaikan terima kasih kepada Akfarnas yang telah berkontribusi terhadap program pemerintah dalam upaya membudayakan dan menyehatkan masyarakat dengan jamu tradisional,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Dr. Siti Wahyuningsih, M.Kes.
Dia mengutarakan, jamu adalah sarana mencegah penyakit yang sangat murah. “Mencegah datangnya penyakit itu lebih baik daripada mengobati. Saat ini kita memiliki tempat pengembangan obat tradisional di Tawangmangu,” katanya.
Siti menambahkan, Solo dan sekitarnya merupakan kota yang pantas menyandang status sebagai sentra jamu tradisiona, “Keberadaan jamu tradisional bisa disinergikan dengan Solo Sebagai kota budaya dan wisata.”
Direktur Akfarnas C.E. Dhurhania, M.Sc mengatakan, penyelenggaraan festival jamu ini berlangsung berkat dukungan banyak pihak, khususnya dari Pemerintah Kota Solo. “Walikota sampai memberi instruksi lima kelurahan yang kebetulan masyarakatnya banyak yang penjual jamu gendung, berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tuturnya. (A. Neira)

Brigjen Sriyono Pemateri Kuliah Umum di AKP Widya Buana

Semarang, kompi.org - Akademi Keuangan Perbankan (AKP) Widya Buana Semarang menggelar kuliah umum dengan menghadirkan salah satu petinggi Akademi Kepolisian (Akpol) Brigjen Pol. Drs.  H. Sriyono, M.Si.
Perkuliahan umum yang diikuti 100-an mahasiswa itu mengusung tema “Mempersiapkan Generasi Mandiri dan Profesional dengan Basis Pengembangan Soft Skill dan Entrepreneurship”.
Brigjen Sriyono pada kesempatan itu mengajak para mahasiswa agar menjadi insan yang memiliki kepribadian unggul, mengedepankan akhlak dan perilaku yang baik, serta mengubah pola pikir menuju arah yang lebih baik pula.
Direktur AKP Widya Buana Yudhi K. Noorhidayat SE. MM. mengatakan, kuliah umum ini menjadi rangkaian kegiatan tahunan menyambut mahasiswa baru di perguruan tinggi yang dipimpinnya.
“Kegiatan menyambut mahasiswa baru ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 18 – 20 Agustus 2014. Dari sini, diharapkan mahasiswa termotivasi menjadi generasi muda mandiri yang memiliki  soft skill yang disiplin, memiliki kepercayaan diri tinggi, dan berakhlak mulia,” katanya. (Adhi Kurnia)

Museum Kapal Samudraraksa di Candi Borobudur

Magelang, kompi.org - Di kompleks Candi Borobudur, Magelang, ada museum Kapal Samudraraksa. Kapal Samudraraksa terinspirasi ide mantan angkatan Laut Inggris Philip Beale saat berkunjung ke Candi Borobudur dan melihat keindahan relief kapal di candi itu, 20 tahun silam.
Waktu itu Philip berimajinasi jika satu abad lalu para pembuat candi mampu memahat kapal di dinding candi, secara otomatis bangsa Indonesia mampu berlayar dan membuat kapal dari kayu.
Dari imajinasi tersebut ia pulang dan hunting pelbagai literatur. Alhasil, dari berbagai sumber menyebutkan bangsa kita telah melakukan pelayaran perdagangan kayu manis dari Indonesia, Madagaskar dan Afrika.
Penjaga Museum, Riska menjelaskan, untuk membuktikan dan mencoba menyusuri kembali perairan kayu manis, dibuat tim pembuatan kapal yang dipimpin As’ad Abdullah, nelayan Sumenep Madura. Selain didampingi Philip, ada pula Nick Burningham, arsitektur Australia.
“Model kapal merujuk kepada salah satu relief di candi pada panil no.6 bidang C, lorong sisi utara,” jelas perempuan asal Mungkid, Magelang ini.
Kapal dibuat 20 Januari 2003. Diturunkan ke air 26 Mei 2003. Pemasangan cadik 11 Juni 2003. Peresmian kapal pada 15 Juli 2003 oleh I Gede Ardhika Menteri Kebudayaan dan Pariwisata bersama Unesco di Pelabuhan Benoa, Bali.
Adapun ekpedisi kayu manis lanjut perempuan 22 tahun ini dilaksanakan 15 Agustus 2003 dilepas Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dari Jakarta menyusuri Madagaskar, Cape Town menuju Pantai Barat Afrika dan berakhir di Ghana, 23 Februari 2004.
Sukses menjalani ekpedisi, kapal dikirim ke Indonesia dalam keadaan terpotong-potong. “Di Indonesia, potongan kapal dirakit kembali lalu ditempatkan di museum ini, mas,” terang Riska, sembari tersenyum. (Mustaqim)
 
Support : Copyright © 2013. Kompi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Much Harun
Proudly powered by Blogger