Berita Terkini :
Kompi.org. Powered by Blogger.

Sepenggal Kisah Galib, Peraih Juara II Lomba Herkes Onu Okuyor

SEPINTAS tak ada yang berbeda dengan Teuku Ghalib Muadzan dengan anak laki-laki pada umumnya. Memiliki tubuh yang cukup tinggi dengan rambut ikal dan bulu-bulu tipis di jenggotnya. Sebagai mahasiswa, ia sibuk pergi pulang ke kampus untuk menuntut ilmu.
Lahir di Banda Aceh pada 11 Juli 1994, Ghalib –sapaan akrabnya- memang istimewa. Dari kecil, ia dikaruniai ingatan yang kuat. Ditambah lagi hobinya membaca, membuat pengetahuannya melimpah ruah tiada habisnya.
Di usianya belum mencapai 20 tahun, ia mampu mengingat hampir seluruh sejarah Islam, mulai dari kekaisaran Ottoman, sejarah kekhalifahan dan lainnya. Ia bahkan mampu mengingat peristiwa sejarah lengkap dengan tahun berikut nama tokoh-tokohnya.
Ia pun mampu mengingat hampir seluruh sejarah dunia. Semua dapat diingatnya dengan mudah. Ketika ia menjadi siswa Mustafa Gemirli Uluslararasi Imam Hatip Lisesi Kayseri pun, sahabat-sahabatnya menjulukinya “mesin pengingat” karena kecerdasannya yang luar biasa.
Kemampuan, usaha, dan tak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, membawanya berhasil menjadi juara II Lomba “Herkes Onu Okuyor” se-Konya, Turki dan mendapatkan tiket umroh bersama 29 pemenang lainnya.
Berkat kemenangannya itu, putra tunggal pasangan Teuku Tanur Arnoja dan Erlina ini juga berhak mengikuti Lomba “Herkes Onu Okuyor” tingkat nasional di Turki yang dilaksanakan di Ankara pada Sabtu (19/4/ 2014). Herkes Onu Okuyor merupakan lomba yang diikuti hampir dua juta peserta dari 81 kota se-Turki. Untuk wilayah Konya, lomba ini dikoordinasi oleh Sema Dernegi.
Soal yang di berikan dalam lomba ini diambilkan dari tiga buku yang dipilih oleh peserta, antara lain Efendiler Efendisi Hz. Muhammed (Rahime Kaya); Efendimiz (Dr. Resit Haylamaz); dan Sonsuz Nur (M. Fethullah Gulen).
Lantaran soal yang diberikan dalam lomba ini di ambil dari buku-buku tersebut, maka disarankan untuk membaca buku yang dipilih. Dan dalam keikutsertaannya di lomba ini, Ghalib yang memilih buku karya Dr. Resit Haylamaz berjudul “Efendimiz” ini akhirnya mampu keluar sebagai juara kedua.
Beberapa kali mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Selcuk Univesitesi ini telah mengikuti lomba serupa dan juga mendapatkan predikat sebagai juara. Keikutsertaannya dalam lomba-lomba tersebut atas dasar hobinya membaca dan kemampuan mengingatnya yang luar biasa. “Saya Efendimiz karya Dr. Resit Haylamaz hingga empat kali,” ujarnya. (Citra Bunga Edelweiss, mahasiswi Jurusan Proteksi Tanaman Selcuk Universitesi, Konya – Turki)

Menulis di Jurnal Internasional Perlu Proses Panjang

Kudus, kompi.org – Sekitar 30 dosen Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti diskusi yang membahas bagaimana mempublikasikan paper (makalah) dan hasil riset (penelitian) di jurnal internasional, Senin (21/4/2014).
Diskusi yang diselenggarakan Fakultas Teknik UMK dan digelar di Ruang VVIP Lantai I Gedung Rektorat ini dibuka oleh Wakil Rektor I Dr Suparnyo SH MS. Hadir sebagai narasumber, Dr Tutut Herawan dari Jabatan (Program Studi) Sistem Maklumat Universiti Malaya, Malaysia.
Pada kesempatan itu, Tutut yang menjadi chief editor di beberapa jurnal internasional memotivasi puluhan dosen UMK agar mempublikasikan paper dan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal internasional di luar negeri.
‘’Menulis lah di jurnal internasional, baik itu berasal dari riset yang fundamental atau riset yang melalui aplikasi. Karya paper atau riset Anda, harus memiliki standar tinggi, sehingga bisa erkontribusi bagi ilmu pengetahuan,’’ katanya.
Doktor kelahiran Jepara yang kini berkarier di Universiti Malaya ini berpesan, agar memilih penerbit (publiser) yang benar-benar bagus. ‘’Ppubliser yang top (bagus-Red), pasti akan menerbitkan karya yang top,’’ ungkapnya.
Dia pun menyebut banyak sekali publiser jurnal internasional yang ternama. Antara lain IEEE, Kluwer, Taylor & Francis, Elsevier, Springer, IEICE, MIT, IGI Global, Emerald, Wiley, IO Press, dan Pergamon.
‘’Namun, untuk menembus sebuah jurnal internasional memang memerlukan perjuangan yang keras. Saya pernah punya pengalaman mengirim naskah ke jurnal internasional di Singapura, satu setengah tahun baru dapat keputusan. Itu pun masih revisi,’’ kisahnya.
Selain itu, proses paper bisa diterima di jurnal internasional, juga membutuhkan waktu panjang. ‘’Terkadang, proses review sangat lama. Kita daftar tahun ini, tahun depan mungkin baru di-review. Dan mengetahui hasil review-nya, juga bisa sakit hati. Mungkin nanti akan ada alasan Bahasa Inggris-nya kurang bagus seperti Bahasa Inggris style Jawa, hingga metodologi yang tidak jelas,’’ ungkapnya sembari tersenyum.
Tutut juga menceritakan pengalaman salah satu mahasiswanya asal Republik Rakyat Cina (RRC) yang studi S-3 di Malaysia, kendati paper-nya sangat bagus, namun menunggu waktu lama untuk terbit. ‘’Mahasiswa saya ini paper-nya diterima dalam waktu tiga bulan. Memang papernya bagus. Tetapi terbitnya masih menunggu dua tahun juga,’’ tuturnya. (A. Neira)

Mahasiswa UKM Malaysia Kunjungi Rumah Puisi Taufiq Ismail

Padangpanjang, kompi.org – Sebanyak 55 mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) mengunjungi Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon, Rabu (9/4/2014).
Kunjungan dalam rangka Program Tautan Ukhuwah UKM tersebut, diprakarsai oleh Mohd. Ramzi Ibrahim, Duta Wisata Bukittinggi. “Kunjungan kami ke Ranah Minang dalam rangka silaturahim sekaligus pertukaran budaya kedua daerah,” ujar Mohd. Ramzi Ibrahim.
Dia mengemukakan, rombongan dari Negeri Jiran ini berasal dari Fakulti Sains dan Kemanusiaan UKM, dan diselenggarakan oleh Kelab Pusat Pengajian Psikologi dan Pembangunan Manusia (Psyclub) UKM. Bersama rombongan itu, ikut pula 13 santri dari Pondok Pesantren Buya Hamka.
Kunjungan ke Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya itu, ungkap Ramzi, guna mengenal lebih dekat aktivitas penyair Taufiq Ismail dan budayawan Fadli Zon. Meski di hari itu tidak berjumpa dengan kedua pemilik rumah sastra/kebudayaan di kaki gunung Marapi dan Singgalang itu, rombongan UKM mengaku puas. “Kami kagum melihat keindahan Rumah Puisi dan Rumah Budaya dengan koleksi di dalamnya,” katanya. 
Mohd. Ramzi Ibrahim mengutarakan, rombongannya bertolak dari Malaysia pada Selasa (8/4/2014) dan melakukan kunjungan ke kampus Universitas Bung Hatta (UBH). Dari UBH, rombongan ke Pondok Pesantren Buya Hamka di Padangpariaman, dan bermalam di Hotel Nikita Bukittinggi.
Lalu Rabu (9/4/2014), setelah melihat keindahan alam di Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon, rombongan meneruskan perjalanan ke Danau Singkarak, Istana Basa Pagaruyung, dan ke Cagar Budaya Batu Batikam di Batusangkar.
Sedang pada Kamis (10/4/2014), rombongan mengunjungi Danau Kembar di Solok dan bersilaturahim di Pondok Pesantren Prof. Dr. M. Natsir Solok. Jumat (11/4/2014), melanjutkan perjalanan ke Museum Kelahiran Buya Hamka di Maninjau, Museum Gempa di Padang, terus ke Universitas Negeri Padang, dilanjutkan ke kampus IAIN Imam Bonjol Padang, dan malamnya dijamu makan malam oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno do Gubernuran.
Lawatan Tautan Ikhuwah UKM ini berakhir Sabtu (12/4/2014) dengan mengunjungi Kabupaten Pesisir Selatan dan disambut Bupati Pesisir Selatan. “Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah menyambut kami dengan pelayanan yang sangat luar biasa,” ungkap Ramzi. (A. Neira)

P3M Gelar Pembekalan KKN

Kudus, kompi.org - Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Kudus menggelar pembekalan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang dua angkatan ke-34 di Gedung PKM, belum lama ini.
KKN yang rencananya bertempat di Kecamatan Gunungwungkal, Pati ini mengambil tema “Penguatan Pengabdian Mahasiswa di Masyarakat”. KKN gelombang kedua ini diikuti 285 mahasiswa yang dibagi atas 15 posko. Sedang mahasiswa KKN gelombang pertama yang telah berlalu diikuti 450 mahasiswa yang terbagi dalam 25 posko.
Santoso, salah satu panitia, menjelaskan, KKN kali ini tebilang ringan, karena tidak memakan waktu lama. “Kegiatan KKN kali ini tidak sampai 30 hari dan tempatnya juga sangat teduh, yakni di pegunungan. Kebutuhan makan sehari-hari juga ringan karena di pedesaan, sehingga sembako yang cukup murah.’’ 
Pembekalan ini dihadiri perwakilan dari Bappeda Pati dan Camat yang wilayahnya dijadikan tempat KKN. Sementara itu, KKN akan berlangsung di 15 desa, yakni Pesagen, Gadu, Sampok, Sidomulyo, Perdopo, Bancak, Giling, Jrahi, Gulangpongge, Jembulwunut, Sumberrejo, Jepalo, Gajihan, Ngetuk, dan Gunungwungkal. (Maftuhan)

Dibutuhkan 20 Penjahit Baju Berpengalaman

Jepara, kompi.org – Sebuah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi baju-baju cool, membutuhkan karyawan untuk posisi penjahit. Untuk sementara, dibutuhkan sekitar 10 orang. Bagi yang berminat, silakan datang langsung di Al-Ijtihad RT RT 11 RW II Randubango Desa Pancur, Mayong, Jepara.
Pekerjaan yang ditawarkan menggunakan sistem borongan dengan gaji mingguan. Ijazah tidak menjadi persyaratan, yang penting memiliki pengalaman dalam bidang jahit menjahit pakaian. Informasi selengkapnya bisa menghubungi di 085727338216 atau 081326581466 (Adv)

46 Dosen Ikuti Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian

Yogyakarta, kompi.org – Puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi mengikuti pelatihan hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kreativitas mahasiswa yang berpotensi paten di Hotel Inna Garuda  Jl. Malioboro No. 60 Suryatmajan Danurejan Yogyakarta, 16 – 18 April 2014.  
Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI ini, antara lain diikuti dari Akademi Farmasi Nasional, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Muria Kudus, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Sebelas Maret.
Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti, Prof. Agus Subekti, M.Sc., Ph. D melalui surat undangan yang dikirim ke berbagai perguruan tinggi peserta pelatihan, menjelaskan, pelatihan dalam rangka memberikan pemahaman tentang kekayaan intelektual, dan menumbuhkembangkan kreativitas serta inovasi dosen/mahasiswa di perguruan tinggi.
‘’Pelatihan pemanfaatan hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kreativitas mahasiswa yang berpotensi paten ini, bertujuan membangun pemahaman dan kemampuan peneliti maupun institusi agar dapat menghasilkan penelitian yang berpotensi paten serta meningkatkan kemampuan praktisi dalam membuat dokumen spesifikasi paten (deskripsi paten),’’ ungkapnya. (A. Neira)
 
Support : Copyright © 2013. Kompi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Much Harun
Proudly powered by Blogger