• Sumbang Saran

  • Kirim Tulisan Anda!

  • Mutiara Kata

Unordered List

Pustaka

Friday, 7 August 2015

KKN-PPM UBH Kenalkan Metode Belajar Asyik untuk Anak


Padang Panjang, kompi.org - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta (UBH) peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), mengenalkan metode pembelajaran melalui media permainan.
Seperti program pokok yang dilaksanakan Fitria Oulina Ali, mahasiswa KKN-PPM UBH di Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kabupaten Solok yang membuat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan Ular tangga Aljabar yang dilaksanakan di Jorong Pakan Jum'at dan Jorong Balai Oli.
“Kegiatan ini diperkenalkan bagi anak-anak di nagari tersebut. Selain itu juga Metode ini akan dikenalkan nanti kepada guru-guru di sekolah setelah liburan berakhir, agar para guru-guru tersebut bisa membuat alat peraga ini dengan soal-soal matematika lainnya,” katanya.
Ia mengatakan, pembelajaran dengan media bantu itu sangat mudah dibuat dan cukup menarik bagi anak-anak dalam memahami pelajaran matematika sambil belajar dan bermain.
“Metode ular tangga aljabar ini, awalnya pengenalan alat peraganya. alat peraga ini berupa papan ular tangga yang berisi soal-soal matematika (aljabar) hampir di setiap kotaknya. Permainan ular tangga aljabar ini hampir serupa dengan permainan ular tangga biasa. Mata dadu yang keluar pengganti variabel pada soal,” jelasnya.
Fifi Syahrustani, mahasiswa KKN-PPM di Nagari Cupak Kabupaten Solok sudah melaksanakan program pokok pertamanya pada hari kedua dengan memberikan kegiatan pembelajaran membaca dengan metode menyusun kata-kata bagi anak-anak yang belum bisa membaca.
“Anak-anak disini sangat antusias sekali bahkan mereka juga meminta kami untuk datang lagi untuk mengajari mereka. Kegiatan ini tidak hanya sekali saja namun akan ada keberlanjutannya. Anak-anak ini akan diberi tugas dan tugas tersebtu akan dibahas lagi pada hari berikutnya,” terang mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu.
Mahasiswa KKN-PPM UBH di Nagari Talang, Kabupaten Solok menggelar kegiatan Ceria Ramadhan. Berbagai aktivitas yangdilakukan, yaitu memberi motivasi meningkatkan semangat belajar anak SD dan program lainnya di nagari tersebut.
 “Ceria Ramadan ini mendapat dukungan orang tua dari anak-anak SD yang berpatisipasi dalam kegiatan ini. Sebab, ini memberikan dampak positif bagi daerah Jorong Koto Gaek Nagari Talang Kabupaten Solok terutama bagi pelajar SD karena minimnya kegiatan Ramadan untuk anak,’’ ungkap Widya Arnitha, salah satu mahasiswa. (A. Neira)

Menyoal Masa Orientasi Sekolah


Maftuhan

Siswa sebagai orang yang belajar untuk menghilangkan kebodohan pengetahuan masa kini sampai masa mendatang, namun kini siswa baru malah dijadikan pelajar yang takut adanya kegiatan MOS (masa Orientasi Siswa). Tak lama ini berita kematian siswa MOS di SMP kota Bekasi menjadikan sorotan publik untuk direvisi adanya kegiatan MOS di Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anisbaswedan bertindak tegas umtuk pendidikan masa datang agas kegiatan MOS mengenalkan kedaulatan nasionalis bangsa dan mengenalkan sosial.
Setiap kabupaten dan kota yang berada di Indonesia kegiatan MOS berbeda antara satu dengan lainnya, seperti yang berada di Jogjakarta mengenalkan MOS untuk kegiatan pendidikan antisipasi adanya bencana gempa bumi, yang berada di Aceh kegiatan MOS dikenalkan mengantisipasi bencana Tsunami dan sebagainya.
Seharusnya karena menteri pendidikan dan kebudayaan kegiatan perkenalan sekolahan untuk pendidikan, dari dinas manisng-masing dan kepala sekolah punya ide kreatif untuk memperkenalkan yang segera dibutuhkan keadaan di kabupaten masing-masing, karena setiap kabupaten mempunyai khas masing-masing dan budaya berbeda.
Jadi, ketika siswa baru melakukan kegiatan MOS akan terkesan baik dan pengalaman yang unik juga, apalagi kebanyakan siswa dari kota lain. Seperti orang jawa tengah yang sekolah di Jakarta, maka tanggapan siswa terkesan beda, dan perbedaan itu akan menjadikan pelajaran berharga bagi siswa baru yang dari luar kota asal.
Dengan berbedanya sistem pendidikan kota asalnya dengan kota yang dipelajari, maka akan mempunyai ide belajar untuk memajukan kotanya untuk seperti kota serba ada dan berkembang dalam segala aspek, setelah gagasan tercapai maka ide dikembangkan kota di negara lain, alhasil dari asal untuk memajukan pendidikan dan nasionalisme bangsa akan terlihat ketika banyak masyarakat yang mendukung. (*)
Maftuhan, penulis adalah alumnus STAIN Kudus. Kini tinggal di Pondok Betung Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan

Saturday, 20 June 2015

Angkat Lokalitas sebagai Seni yang Tak Berjarak.

Kudus, kompi.org - Di sebuah resto yang menjadi satu dengan gallery, Sabtu (6/6/2015), Mamik S. Mulyono menyapa masyarakat Kudus dengan karya-karya seni rupa terbarunya. Ada yang menarik pada gelaran pameran kali ini karena seniman ini menghadirkan seni lukis dan komik dalam satu ruang, suatu langkah yang jarang dilakukan para seniman di kota kecil kudus ini.
Membaca karya-karya seni lukis karya seniman asli kudus di kali ini, kita seperti diajak menjelajah ranah tempo dulu sosial budaya masyarakat di lingkaran muria lewat artefak dan aktifitas budayanya. ‘’Mengangkat tema lokal, sejatinya kita menghadirkan keselarasan di kehidupan masyarakat,’’ ungkapnya.
Dia masih mengingat, semasa kecil, ada momen golok-golok mentok. ‘’Waktu itu, momen ini menjadi ruang sosialisasi berkawan juga ritual kegembiraan atas rasa syukur pada Nya. Mereka berputar bergantian dari rumah kawan yang satu ke rumah kawan yang lain. Sebuah ikatan kekeluargaan yang elok. Sekarang jadi simpel, jadi hantaran kemasan yang hanya dan langsung dikirim antartetangga,’’ kenangnya.
Momen tersebut divisualkan secara apik olehnya dengan judul yang sama Golok-Golok Mentok. Secara keseluruhan, lukisan dan komik yang dipamerkan berbicara pada perlunya kesadaran bersama seperti sebuah cermin besar dimana dia mengambil yang berserak tentang 'apa' yang berarti yang mungkin terlupakan dan di hadirkan kembali kepada masyarakat yang melingkarinya.
‘’Diperlukan proses kreatif yang membumi memang, dan Mamik telah melakukan itu,’’ tutur M. Widjanarko, kandidat Doktor Psikologi Sosial dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga direktur MRC Indonesia.
Pameran seni lukis dan komik ini bisa menjadi langkah konstruktif dan trend baru di kota kudus karena digelar di sebuah resto yang memiliki art space. Karya-karya menjadi semakin dekat, mendekat ke publik. Tidak berjarak.
‘’Semoga momen  ini ditangkap sebagai langkah yang strategis sebagai strategi budaya, karena telah dihadiri banyak wakil korporasi dan juga pengambil kebijakan termasuk Pusat Studi Kebudayan UMK yang baru lahir,’’ harapnya. (A. Neira)

Tekad FSI SMAN 2 Bukittinggi Jadi Generasi Penulis Islami

Bukittinggi, kompi.org – Menulis bisa menjadi sarana dakwah. Lewat tulisan, dakwah yang disampaikan lebih mengena, dapat didokumentasikan, dan sifatnya abadi walau pendakwah (penulis) sudah tiada.
Demikian disampaikan M Subhan saat  menjadi pemateri pelatihan menulis kreatif di hadapan 30 siswa SMA Negeri 2 Bukittinggi, Sumatera Barat, yang tergabung dalam Forum Studi Islam (FSI) sekolah itu, Senin (8/6/2015).
FSI SMA Negeri 2 Bukittinggi menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Kepenulisan selama tiga hari, Senin-Rabu (8-10/6), sebagai upaya pembekalan dan kaderisasi pengurus dan anggota FSI sekolah bekas Kweekschool (Sekolah Raja) itu, dengan mengundang sejumlah pemateri yang kompeten di bidangnya.
Dalam pemaparannya, Subhan menjelaskan tentang pentingnya dakwah bil qalam (lewat tulisan) dan merupakan tradisi ulama-ulama terdahulu. Dalam metode dakwah, dakwah bil qalam dianggap lebih mengena dan mampu menyebarkan ajaran Islam lebih luas ke seluruh penjuru dunia.
“Menulis merupakan esensi ajaran Islam untuk mengimbangi perintah membaca (Iqra’) yang diwahyukan lewat Alquran,” ujar alumnus Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padangpanjang.
Dia berbagi kiat menulis mudah, yaitu memulai dari hal-hal sederhana dengan ide-ide yang muncul di lingkungan sekitar dan pada diri sendiri. Banyak peristiwa yang terjadi setiap hari yang bisa diamati, dikutip-pungut, lalu didramatisir lewat tulisan. “Tulisan itu bisa menjadi puisi, cerpen, novel, ataupun artikel-artikel ringan yang dapat dikirim ke media massa.”
Ditambahkan, di banding era 20 tahun sebelumnya, generasi hari ini sangat dimudahkan teknologi. Penulis-penulis di masa lampau tingkat kesulitan yang dihadapi lebih tinggi, sebab keterbatasan alat dan media.
“Dulu, orang menulis karangan menggunakan mesin tik yang berisik. Naskah dikirim lewat kantor pos dan menunggu berbulan-bulan kabar pemuatannya. Sekarang, menulis sudah bisa di laptop. Naskah tinggal email dan sampai ke redaksi dalam hitungan detik,” ungkapnya.
Dia berharap, FSI bisa menjadi pelopor bangkitnya generasi penulis Islam dengan karya-karya Islami yang menyejukkan umat dan memberikan solusi bagi permasalahan bangsa. FSI SMA Negeri 2 Bukittinggi pun bertekad mewujudkan harapan itu dan siap berkarya untuk umat. (A. Neira)

Friday, 22 May 2015

Pengalaman Memperoleh Beasiswa Erasmus di Polandia

Polandia, kompi.org - Hai , saya ingin berbagi pengalaman saya studi di negara Polandia. Karena hidup itu indah kalau kita mau berbagi. Iya kan?.
Oke,  bagaimana saya bisa ‘nyasar’ sampai negaranya  Lewandowski ini. Saya merupakan mahasiswa Selçuk University, Konya, Turki.Terdapat lebih kurang 30 pelajar Indonesia yang sedang belajar di bumi Maulana Jalaludin Rumi itu.
Di Polandia saya tinggal di kota Olsztyn. Kota ini terletak 200 km dari Warsawa, 3 jam perjalanan menggunakan bus.
Saya berangkat dari bandara Atatürk Istanbul menggunakan Air Serbia setelah 2 jam terbang kemudian transit satu kali di Belgrade selama 1 jam  sebelum melanjutkan perjalanan  ke Warsawa.
ESN (Erasmus Student Network) Olsztyn menyediakan satu mentor untuk membantu mahasiswa penerima Erasmus. Saya merasa beruntung sekali mendapat mentor bernama Lukasz. Dia membantu saya mengurus administrasi kampus, mengurus ijin tinggal selama di Polandia. Dan yang paling spesial menurut saya adalah, dia meminta bantuan saudaranya yang tinggal di Warsawa untuk ‘mengambil’ saya dari bandara Chopin ke Centrum Warsawa. Kemudian mengantar saya sampai ke bus antar kota yang akan membawa saya ke Olsztyn. Tidak semua anak Erasmus mendapat fasilitas ini.
Saya suka kota Olsztyn karena kota ini tak terlalu ramai. Berpenduduk sekitar 200 ribu kota ini dikeliling banyak danau yang akan menjadi objek foto yang sangat indah kala musim semi.
Kampus saya bernama University of Warmia and Mazury in Olsztyn atau disingkat UWM. Kampus saya menyediakan asrama bagi mahasiswanya. Kita bisa memilih kamar dengan kapasitas satu dua atau tiga orang per kamar.
Oh Iya, biaya sewa kamar asrama di Olsztyn relatif lebih murah dibanding di kota lain di Polandia. Saya membayar 355 PLN atau sekitar 1,3 juta rupiah setiap bulan.
ESN Olsztyn terbilang cukup aktif mengadakan kegiatan-kegiatan untuk kita ‘anak-anak’ Erasmus. Untuk menyalurkan hobi olahraga mereka telah sukses menyelenggarakan ESN Olympics yang melombakan 4 cabang olahraga, yaitu Sepakbola, Voli, Basket, dan Renang. Kemudian untuk mengenalkan kuliner masing-masing mahasiswa Erasmus, mereka mengadakan International Dinner. Perlu diketahui mahasiswa yang sedang menempuh program Erasmus di UWM berasal dari Spanyol, Italia, Jerman, Turki, Slovakia, Romania dan negara Eropa lainnya.
Erasmus memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman dan saling mengenal budaya masing-masing negara.
Mungkin kalian penasaran tentang beasiswa apa saja yang dicover oleh program ini.
Apakah biaya tiket dan visa ditanggung oleh pihak Erasmus ?
Tidak, Erasmus  +  hanya menyediakan uang saku yang jumlahnya berbeda – beda menurut kawasan. Misal : Beasiswa di Jerman lets say 500 Euro per bulan di Polandia hanya 300 Euro perbulan. Ini dikarenakan biaya hidup di negara tersebut berbeda.
Sewaktu saya di Warsawa, saya bertemu dua mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus ( datang dari Indonesia langsung ), tak seperti saya mereka berhak mendapat tiket gratis dan jumlah uang saku yang berbeda dengan saya.
Berapa lama kita mengikuti program ini?
Setiap mahasiswa mendapat hak maksimal 1 tahun untuk kuliah dengan program Erasmus + .
Bahasa apa yang digunakan dalam pelajaran ?
Bahasa Inggris
Pastikan alamat asrama/flat yang akan kalian tempati sudah kalian dapat sebelum berangkat. Pengalaman saya, ketika passport Control sebelum masuk Polandia sempat dibikin menunggu karena alamat asrama saya belum saya dapatkan. Untuk saudara mentor saya menelpon dan urusan segera beres.
Selamat Berbagi! Meminjam iklan Turkcell Hayat Paylaşınca Güzel  …


Terbuka, Peluang Kerja di Batam

Padang Panjang, kompi.org - Banyak peluang kerja bagi lulusan dari jurusan Teknik Kimia bekerja di Kota Batam yang merupakan pusat industri terbesar di kawasan pulau Sumatra. Terkait hal itu, jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) menggelar kuliah umum ‘’Prospek Kerja Teknik Kimia di Industri Batam’’ di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I UBH, Kamis (21/05/2015).
Kuliah umum ini diikuti mahasiswa dan dosen ini, mengusung tema ‘’ dengan tema Chemical Enginering Fly To The Sky at Batam Industries’’. Hadir sebagai narasumber Ir. Tigor Nainggolan, manager produksi PT Synergy Oil Nusantra Batam.
Dekan Fakultas Teknologi Industri UBH Ir. Drs. Mulyanef. M. mengapresiasi jurusan Teknik Kimia yang selalu melakukan inovasi-inovasi dan telah mengalami berbagai perubahan dan berkembang pesat seperti dengan melakukan kuliah umum dan presentasi karya mahasiswa di depan umum.
“Mendatangkan praktisi ke kampus dan melakukan berbagai macam kerjasama industri, merupakan upaya yang dilakukan jurusan dan fakultas dalam membekali mahasiswa agar tidak ada lagi keraguan antara teori yang dipelajari dibangku perkuliahan dengan dunia kerja itu sama,” katanya.
Dia menambahkan, fakultas akan terus menjalin kerjasama dengan dunia industri agar dapat memasukan dari praktisi untuk memperbaiki kulikulum dan mempersiapkan mahasiswa yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri. “Semakin banyak kerjasama, peluang kerja bagi mahasiswa setelah lulus juga semakin luas,’’ paparnya.
Ketua Jurusan Teknik Kimia UBH Dr.Eng Reni Desmiarti, ST MT mengemukakan, kuliah umum ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai peluang kerja bagi lulusan teknik kimia. “Dengan kehadiran praktisi di kampus, mahasiswa bisa memperoleh informasi mengenai peluang kerja terutama industri-industri kimia yang terdapat di Batam,” terangnya. (A. Neira)