Berita Terkini :
Kompi.org. Powered by Blogger.

Guru Sebagai Teladan

Judul              : Panduan Manajemen Perilaku Siswa
Judul Asli      : Getting the Buggers to Behave
Penulis           : Sue Cowley
Cetakan          : 2011
Penerbit         : Penerbit Erlangga
Jumlah           : XVI 304 Halaman
ISBN             : 978-1-4411-7314-0

Guru dalam bahasa Jawa diartikan sebagai sosok yang mesti di-gugu (bisa dipercaya) dan di-tiru (bisa jadi teladan). Karena sebagai teladan, maka guru harus menjadi panutan –dalam makna positif. Posisinya sebagai teladan itu pula, maka perilaku guru saat mengajar di kelas, akan membekas dalam benak anak didiknya. 
Guru sebagai teladan (panutan), semestinya menunjukkan perilaku dan sikap yang sesuai dengan norma yang berlaku. Sebab, anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Apa yang dilihat (disaksikan) pun akan sangat membekas dalam benaknya.
Jika seorang anak dibesarkan di sebuah rumah di mana sering terdengar makian, ia mungkin akan membawa bahasa tersebut ke sekolah. Maka, berilah contoh perilaku yang baik buat anak didik, seperti sopan santun dan menghormati orang lain.
Sebegitu pentingkah arti keteladanan seorang guru terhadap anak didik? Ya, itulah yang dikupas Sue Cowley dalam bukunya “Panduan Manajemen Perilaku Siswa” ini. di buku ini, ia mengungkapkan pentingnya guru berperilaku wajar dan memperlihatkan sikap yang bisa dicontoh (diteladani). (Maftuhan)

Pelatihan Penulisan Artikel untuk Guru

Semarang, kompi.org – Sebagai bentuk kepedulian pada para pendidik (guru), Harian Kompas bekerja sama dengan Yamaha Motor menggelar pelatihan penulisan artikel untuk guru di Hotel Dafam, Jalan Imam Bonjol Nomor 188, Semarang, pada Sabtu (25/10/2014).
Pendaftaran pelatihan ini adalah sebesar Rp 60.000 dan gratis bagi guru pemilik sepeda motor merek Yamaha dengan menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor Yamaha. Informasi selengkapnya bisa mengubungi kantor Harian Kompas Semarang Jalan Menteri Supeno Nomor 30 atau via telefon di 085640424814 (A. Neira)

Kekerasan Terhadap Anak Persoalan Nasional

Jakarta, kompi.org - Meningkatnya kasus kekerasan baik fisik maupun seksual terhadap anak beberapa tahun terakhir, menjadi perhatian serius Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, pada 2013 ada 3.023 kasus kekerasan terhadap anak dan 58 % merupakan kasus kejahatan seksual (meningkat lebih dari 60 persen dibanding 2012). Sementara hingga April 2014, KPAI telah menerima 622 laporan kekerasan terhadap anak.
“Ini persoalan nasional yang harus segera ada solusinya. Bukan hanya karena sudah banyak merenggut nyawa, yang paling memperihatinkan banyak pelaku  kekerasan juga masih anak-anak seperti yang terjadi baru-baru ini di Bukit Tinggi,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris, baru-baru ini.
Fahira mengutarakan, kendati implementasi Undang-Undang No.32/2002 tentang Perlindungan Anak sudah berjalan lebih dari satu dekade, tetapi tindak kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
Ragam faktor yang membuat masih bersemainya kekerasan anak, katanya, mulai dari kurangnya sosialisasi hak-hak anak, hukuman yang belum maksimal, hingga masih belum adanya sistem perlindungan anak di Indonesia.
“Pasal 82 UU Perlindungan Anak hanya mengancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun bagi pelaku kekerasan terhadap anak. Pasal 292 KUHP malah lebih ringan. Pelaku pencabulan terhadap anak hanya dihukum maksimal 5 tahun. Kekerasan baik fisik maupun seksual kepada anak adalah kejahatan kemanusian luar biasa. Sayang, hukum kita menganggapnya biasa,” ungkapnya prihatin.
Ketua Yayasan Anak Bangsa Berdaya dan Mandiri ini pun miris, karena tak jarang kekerasan kepada anak justru terjadi di sekolah dan rumah, tempat di mana  seharusnya anak mendapat perlindungan.
“Oleh karena itu, Indonesia harus menyiapkan sistem perlindungan anak melalui pelibatan masyarakat serta mulai menerapkan pendidikan karakter dan budi pekerti sejak dini. Pelibatan masyarakat akan sangat efektif mencegah terjadinya kekerasaan,” tegas Senator asal Jakarta ini. (A. Neira)

Kompas TV Gelar Kompetisi Film Pendek

Jakarta, kompi.org – Kompas TV menggelar kompetisi film pendek untuk tingkat pelajar dan umum. Batas waktu pendaftaran dan penerimaan materi film paling lambat pada  23 Oktober 2014.
Syarat dan ketentuan lomba, pelajar dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori SD, SMP, dan SMA. Sedang kategori umum maksimal berusia 30 tahun. Film yang dilombakan bertema “Small Acts That Rock Your World” dengan mengangkat isu sosial atau humanisme yang ada di Indonesia, dengan durasi antara 5 - 10 menit (sudah termasuk credit title).
Film merupakan karya baru, orisinal, bukan hasil jiplakan dan/atau mengambil sebagian hak cipta orang lain. Karya film juga tidak mengandung pornografi, menyinggung SARA, serta tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).
Karya film dikirim dengan format AVI/MPEG4 dan menyertakan formulir pendaftaran yang telah diisi, sinopsis film, dan file scan tanda pengenal (KTP/ SIM/ KartuPelajar/Kartu Mahasiswa) melalui email festivalfilmpendekindonesia@gmail.com. Pemenang pertama setiap kategori, karya filmnya akan ditayangkan di Kompas TV. (A. Neira)

Tarumanegara Award

MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55, Universitas Tarumanegara memberikan award kepada tokoh-tokoh berpengaruh yang telah berkontribusi besar bagi universitas tersebuat dan bangsa. Award diberikan kepada PK Ojong untuk kategori penggagas dan pendiri yang diwakili cucu tertua Mirati Ojong, Dr.(HC) Ir. Ciputra untuk kategori pembina dan pengembang,serta Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata dan Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga, MMSI untuk kategori pengabdi keilmuan. (A. Neira)

Az-Zahra, Pesantren yang Sering Disambangi Tokoh Nasional

Jepara, kompi.org - Sejumlah tokoh nasional pernah menyambangi pesantren Az Zahra Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Jepara. baru-baru ini, pesantren yang menaungi SMP dan SMK itu disambangi Sutohir Tohir, sutradara angkatan pertama grup lawak Srimulat.
Tohir –sapaan akrab Sutohir- pada kesempatan itu memotivasi para pelajar dan santri berunjuk kebolehan mementaskan monolog “Jokasmo” adaptasi dari naskah Nyanyian Angsa karya WS Rendra.  
Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra mengatakan, kehadiran tokoh-tokoh nasional memberi memotivasi tersendiri kepada para pelajar dan santri. “Semoga anak-anak semakin termotivasi belajar dan mengaji, dan tergerak menggapai cita-cita setinggi langit,” terangnya.
Sementara itu, sederet nama yang tercatat pernah berkunjung di pesantren ini, antara lain Hj. Sinta Nuriyah Wahid (istri almarhum Gus Dur), A. Muhaimin Iskandar (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi/Menakertrans), serta KH Maimun Zubair (Sarang, Rembang).
Sejumlah kiai sepuh dan santri se-Nusantara juga hadir di pesantren ini pada 2010. Mereka hadir dalam acara “Multaqo Sanawi Li Khirriji Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani ke-XIX”. ((Mustaqim)
 
Support : Copyright © 2013. Kompi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Much Harun
Proudly powered by Blogger